Ketika keRinDuaN itu HaDiR

Tiba-tiba aku begitu merindukan dua sosok orang yang telah membuatku hadir di dunia ini. Namun kerinduan ini tak akan pernah berlabuh lagi, karena sosok mereka tak lagi nyata, hanya bisa mengenang memori yang telah lalu, ah….mengenangnya membuat butir butir air mata ini megalir di pipi.

Ya Allah sudahkah aku membahagiakan mereka ketika mereka masih ada di sisiku.Kerinduan itu kini semakin membuncah di dalam dada ketika detik-detik Ramadhan akan segera hadir. kerinduan akan sosok yang selalu membangunkanku untuk makan sahur, juga kerinduan akan kebersamaan pergi ke masjid untuk sholat Taraweh.

Ya Allah do’aku selalu untuk mama dan abahku tempatkanlah mereka di tempat yang layak di sisimu ya Robb.

“Robbigfir lii wa li waalidayya warhamhuma kamaa robbayaanii shogiiroo”

“ya Tuhanku ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil”

Samarinda, 14 Agustus 2008

About dina

wanita biasa

Posted on Agustus 14, 2008, in ceritaku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: